Senin, 08 Juni 2020

Motivasi New Normal

Sumber Artikel 👇


New Normal ?
New World Order ?
As New Human ?

Tanpa Kita Sadari Pandemi Ini Sudah Merusak 3 Hal Terpenting Dalam Diri Manusia,
Yang Pertama Adalah TUBUH, Hingga Artikel Ini Dibuat Sudah Terdapat 26ribu Kasus Covid-19 Di Indonesia,
Angka Itu Adalah Angka Tertinggi Ke 2 Untuk Kawasan Asia Tenggara Jika Dibandingkan Dengan Negara Negara Tetangga Kita Seperti Malaysia Maupun Thailand,
Bahkan Vietnam Yang Belakangan Menunjukan Grafis Yang Sudah Mulai Negative,
Sangat Bertolak Belakang Dengan Kita Yang Justru Semakin Meningkat Khususnya Di Masa Masa Lebaran,
Sedangkan Nampaknya Rakyat Kita Seakan Akan Semakin Tidak Peduli Dengan Pandemi Ini Yang Pada Akhirnya Di Ikuti Juga Oleh Para Tenaga Medis Yang Mulai Putus Asa.

Pada Masa Masa Awal Pandemi, Sebagian Besar Masyarakat Kita Masih Mengkhawatirkan Mengenai Kondisi Kesehatannya,
Namun Seiring Berjalannya Waktu,
Kini Masyarakat Lebih Mengkhawatirkan Kondisi Perekonomian Dibanding Kesehatannya,
Yang Mana Situasi PSBB Selama Berbulan Bulan Ini Sudah Merenggut Mata Pencaharian Juta'an Orang Diseluruh Lapisan Masyarakat,
Mulai Dari Ekonomi Terbawah, Menengah, Hingga Paling Atas Sekalipun,
Disa'at Banyak Negara Berlomba Lomba Untuk Membuat Vaccine,
Nyatanya Virus Justru Terus Bermutasi Kedalam Berbagai Jenis Varian Sehingga Semakin Sulit Untuk Dikendalikan,
Bahkan Pihak WHO Menyatakan Bahwa Virus Ini Tidak Akan Pernah Benar Benar Hilang,
Sehingga Muncul Banyak Spekulasi Bahwa Anti Body Tubuh Kitalah Yang Pada Akhirnya Yang Harus Mampu Beradaptasi Dengan Virus Ini,
Kemudian Negara Negara Yang Sebelumnya Menyatakan Telah Melewati Masa Pandemi,
Ternyata Sa'at Ini Nampak Mulai Mendapatkan Ujian Ke 2 Melalui Second Wife,
Dimana Kasus Kasus Baru Mulai Kembali Muncul Meskipun Para Korban Tidak Merasakan Gejala Apapun,
Sedangkan Disa'at Yang Bersama'an, Jika Semua Terlalu Berfocus Pada Pandemi,
Seperti Sebuah Bom Waktu Yang Terus Berdetik Perekonomian Seluruh Dunia Semakin Hancur Jika Kondisi Lockdown Tidak Segera Di Akhiri,
Bahkan Amerika Sebagai Negara Dengan Kasus Terbanyak Didunia Yaitu 1,8 Juta Kasus Dengan 100 Ribu Jumlah Kematian,
Pada Akhirnya Tetap Memutuskan Untuk Membuka Lockdown Secara Bertahap Mulai Bulan Juni,
Yang Selanjutnya Di Ikuti Juga Oleh Spanyol, Italy, France, Juga Germany.
Meskipun Semua Negara Tersebut Adalah 4 Besar Episentrum Dunia, Dengan Jumlah Korban Terbanyak Di Dunia,
Hal Ini Jelas Menggambarkan Seberapa Besar Orgensi Dari Gelombang Kekhawatiran Yang Lebih Besar Dibanding Pandemi Ini Sendiri,
Yaitu Hancurnya Perekonomian Dunia Jika Kita Tidak Segera Mengambil Tindakan Dalam Waktu Singkat.

Bagaimana Dengan Indonesia ?
Tentunya Kita Menghadapi Dilema Yang Sama Beratnya,
Yang Mana Pemerintah Sa'at Ini Mulai Menyusun Berbagai Skenario Baru Untuk Memulai The New Normal,
Salah Satunya Adalah Statement Kontroversial Yang Disampaikan Oleh Presiden Kita Yang Menyatakan Bahwa Kita Harus Mulai Hidup Berdamai Dengan Covid-19,
Sedangkan Kita Tau Sendiri Pada Sa'at Lebaran Ini Jumlah Kasus Covid-19 Justru Meningkat Semakin Tajam,
Keputusan Pemerintah Ini Membuat Semakin Membuat Banyak Spekulasi Liar Dimasyarakat Yang Menyatakan, Bahwa Pemerintah Dinilai Menyerah Dan Akan Segera Menerapkan HERD IMUNITY Kepada Seluruh Rakyatnya,
Secara Teori, HERD IMUNITY Terdengar Seperti Sebuah Solusi,
Namun Pertanya'annya Apakah HERD IMUNITY Dianggap Efektif Untuk Negara Kita ?
Sedangkan Para Ahli Menyatakan Bahwa HERD IMUNITY Hanya Ideal Dilakukan Jika Kita Sudah Memiliki Vaccine,
Sekaligus Semua Preparasi Yang Benar Benar Matang Untuk Menghadapi Pro Bundle Jumlah Yang Luar Biasa Besar,
Karena DiFase Vase Soal Penyebaran,
Tentu Saja Jumlah Korbannya Akan Meledak Luar Biasa Pada Titik Puncaknya Sebelum Mencapai Fase Penurunan,
Sejarah Pernah Mencatat, HERD IMUNITY Pernah Di Lakukan Ketika Wabah Flu Spanyol Menyerang Dunia Pada Tahun 1918,
Dibutuhkan Sekitar 500 Juta Jiwa Atau Sekitar 1/3 Penduduk Bumi Yang Pada Sa'at Itu Terinfeksi Virus Flu Spanyol,
Dan Mengakibatkan Jumlah Kematian Sebesar 50 Juta Jiwa Sehingga HERD IMUNITY Menjadi Efektif,
50 Juta Korban Jiwa Ditambah Lagi Dengan Kurangnya Fasilitas Dan Informasi Pada Masa Itu,
Jadi Jika Kita Simulasikan Perhitungan Ini Dengan Diterapkannya HERD IMUNITY,
Maka Dibutuhkan Sekitar 50 Sampai 70% Populasi Dari Negara Kita Yang Terjangkit Dan Sembuh Untuk Mendapatkan Kekebalan Alami,
Dengan Proyeksi Jumlah Penduduk Indonesia Sebesar 270 Juta Jiwa,
Artinya Indonesia Perlu Membuat 182 Juta Jiwa Terinfeksi Untuk Membentuk Sebuah HERD IMUNITY,
Berdasarkan Data Dari BPS, Jumlah Penduduk Lansia Di Indonesia Adalah 10%, Dengan Asumsi Kaum Lansia Perlu Mendapatkan Penanganan Khusus,
Artinya Terdapat Sekitar 18 Juta Jiwa Yang Sangat Beresiko Menjadi Korban Jiwa,
Belum Lagi Ditambahkan Berbagai Kelompok Yang Rentan Karena Penyakit Bawa'an Seperti Hipertensi, Diabetes, Atau Kanker.
Yang Jika Dihitung Berdasarkan Persentase Kematian Covid-19 Di Indonesia,
Yaitu 8,9 % Maka Artinya Indonesia Bisa Kehilangan Sekitar 16 Juta Jiwa Jika Menerapkan HERD IMUNITY,

Apakah Negara Kita Siap Menghadapi Kegila'an Ini ?
Pandemi Ini Sudah Jelas Menghancurkan Tubuh Kita Sebagai Manusia Yang Utuh.

Selanjutnya Ditahap Ke 2,
Kengerian Epidemi Ini Juga Sudah Menghancurkan Pikiran Kita,
Yaitu Karena Banyaknya False Information Sampai Konspirasi Yang Beredar Disekitar Kita Belakagan Ini,
Mulai Dari Bisnis Vaccine Yang Dianggap Sebagai Master Plan Dari Seluruh Pandemi Ini,
Hingga Para Elite Global Yang Memiliki Rencana Untuk Menguasai Perekonomian Dunia Yang Baru Melalui Pandemi Ini,
Sampai Isu Tentang Microchip Yang Akan Ditanamkan Dalam Tubuh Manusia Dengan Kedok Vaccine Yang Tujuan Akhirnya Untuk Mengurangi Jumlah Penduduk Dunia,

Yang Bahkan Di Tunjukkan Secara Gamblang Pada Salah Satu Pers an Yang Selama Ini Sudah Banyak Kita Kenal.
Banyak Dari Kalian Yang Ingin Tau Bagaimana Pendapat Saya Mengenai Semua Teori Konspirasi Ini,

Jujur Saya Tidak Pernah Menyangkal Bahwa Beberapa Kepentingan Yang Disebut Sebagai ELITE GLOBAL Itu Memang Benar Ada Didunia Ini,
Karena Hal Semacam Ini Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu,
Bahkan Sejak Era Dynasti Chou Seribu Tahun Sebelum Masehi,
Yang Menyebarkan Propaganda Propaganda Untuk Mengatasnamakan Perang Demi Kepentingan Langit,
Yang Tujuannya Tentu Saja Untuk Meningkatkan Moral Dan Pasukannya Supaya Rela Mati Di Medan Perang Bagi Sebuah Kepentingan POLITIK PENGUASA'ANNYA,
Hal Serupa Juga Terjadi Di Daerah Perang Salib Pada Abad Ke 11 Hingga 13 Lalu,
Dimana Masing Masing Kubu Saling Berperang Atas Dasar Kepercaya'an Masing Masing,
Memang Banyak Yang Berperang Demi Kebenaran Tapi Tidak Sedikit Juga Terdapat Banyak Kepentingan Terselubung Didalamnya,
Mulai Dari Rakyat Kecil Yang Hanya Ingin Menunjukkan Eksistensi Diri Ditengah Masyarakat,
Kepentingan Bisnis Seperti Para Pedagang,
Hingga Kepentingan Politik Dari Para Penguasa,
Yang Sebenarnya Hal Semacam Ini Masih Terus Berlangsung Hingga Sa'at Ini,
Mulai Dari Lingkup Yang Terkecil Seperti INFLUENCER,
Yang Semakin Ketagihan Mengorek Isu Mengenai KONSPIRASI Hanya Demi Uang Dan Popularitas,
Begitu Juga Dengan Berbagai Jenis Media Yang Karena Core Sejak Awalnya Adalah Bisnis,
Maka Bagi Mereka Traffic Adalah Segalanya,
Bahkan Banyak Juga Dimanfa'atkan Oleh Para Oknum Oknum Pejabat Negara Untuk Kepentingan Politik,

Katakan ELITE GLOBAL Itu Runtuh,
Apa Anda Yakin Selanjutnya Dunia Ini Akan Hidup Damai Tanpa Perang Dan Musibah ?
Atau Justru Digantikan Dengan ELITE GLOBAL Versi Yang Barusaja, Tidak Ada Hal Yang Baru Didunia Ini,
Pemegang Peradaban Tertinggi Yang Selalu Memegang Kekuasa'an Tertinggi Didunia,
Tanpa Peduli Apapun RAS, NEGARA, Maupun IDEOLOGINYA,
Karena Nafsu Dan Keserakahan Sudah Menjadi Tabiat Seluruh MANUSIA,
Tabiat Yang Bahkan Ada Sejak Jaman Nabi Adam Sekalipun,
Tidak Ada Hal Yang Benar Benar Baru Dari Semua Teori Konspirasi Yang Kalian Percayai,
Dulu Ada, Sekarang Ada, Bahkan Hingga Masa Depan Nanti Akan Tetap Ada Selama Kepentingan Manusia Yang Bekerja Didalamnya,
Mungkin Ada Teori Konspirasi Yang Benar,
Tapi Meski Begitu, Bukan Berarti Seluruh Informasi Dari Seluruh Teori Konspirasi itu Selalu Bisa Dipertanggung Jawabkan Kebenarannya,
Itulah Sebabnya Kenapa Disebut Teori Konspirasi,
Karna Didalamnya Terdapat Berbagai Macam COCOKLOGI Mengenai Data Dan ASUMSI Berbagai Macam Orang Dengan Berbagai Macam Jenis Kepentingan Masing Masing,
Entah Propaganda Ideologi, Kepentingan Politik,
Bahkan Hanya Untuk Sekedar Popularitas.

Jika Kita Kembali Belajar Dari Sejarah, Ketika Sebuah Golongan Tidak Memiliki Cukup Kekuatan Untuk Bersaing,
Ya Ujung Ujungnya Dibuatlah Propaganda Ber Agenda,
Bisa Jadi Ini Semacam Konspirasi Dari Pembuat Teori Konspirasi,
Karena Hanya Tuhan Yang Tahu Isi Hati Yang Terdalam Setiap Manusia,
Jadi Yang Kompetitif Aja Dalam Hidup,
Jangan Cuma Ngatain ELITE GLOBAL Tapi Kenyata'annya Seluruh Aktivitas Harian Sampai Hiburan Kita Bergantung Pada Rules Mereka,
Bahkan Nyari Duit Juga Pakai Semua Fasilitas Mereka,

Jujur Saya Tidak Membela Pihak Manapun,
Karena Saya Sama Sekali Tidak Mempunyai Kepentingan Selain Miris Melihat Situasi Sekarang,
Tapi Coba Kalian Bayangkan Sa'at Kita Ikut Menyebarkan Sebuah Berita Yang Merujuk Kepada Seorang Pers an Atau Golongan Dan Disebarkan Pada Juta'an Orang Lain,

Pernahkah Kalian Berpikir Sebuah Skenario Bahwa,
Bagaimana Jika Ternyata Tuduhan Itu SALAH ?
Semua Manusia Bisa Salah,
Bahkan Yang Punya Bukti Pun Masih Bisa Tetap Salah,
Apalagi Yang Hanya Berdasarkan ASUMSI Dan COCOKLOGI Data Yang Dibalut Dengan Kata Kata Manis,
Siapkah Kalian Menanggung DOSA FITNAH Yang Sudah Kita Sebarkan Kejuta'an Orang Lain ?
Jika Kalian Siap Dengan Resikonya, Maka Keputusan Ada Ditangan Kalian.

Ingat, Ada Terlalu Banyak Kepentingan Manusia Didunia Ini,
Banyak Sekali Orang Yang Memanfa'atkan Pandemi Ini Untuk Kepentingan Diri Mereka Masing Masing,
Apa Kalian Tidak Lelah Di Pimpong Kesana Kemari,
Sayangi Diri Kalian, Jangan Mau Dijadikan Pion Pion Untuk KEPENTINGAN Segelintir ORANG BRENGSEK,
Dunia Kita Sa'at Ini Sudah Sangat KOTOR,
Dan Kita Sendirilah Yang Punya Tanggung Jawab Untuk Menjaga Pikiran Kita Tetap Bersih,
Lalu Bagaimana Cara Mengetahui Mana Yang Benar Mana Yang Salah ?
Kalau Saya Pribadi,
Sebuah Pohon Yang Baik Itu Akan Selalu Menghasilkan Buah Yang Baik Pula,
Entah Siapapun Anda Dan Apapun Yang Anda Percayai,
Mau Cebong Atau Kampret, Mau Bulat Atau Datar, Mau Domba Atau Unta,
Jika Pada Akhirnya Hal Hal Itu Justru Membuat Diri Anda Menjadi Manusia Yang Lebih Buruk Dari Sebelumnya,
Maka Semuanya Salah !

Pandemi Covid-19 Sudah Menggerogoti Tubuh Kita,
Dan Selanjutnya Suara Suara Bising Yang Ada Dimedia Belakangan Ini Juga Menggerogoti Seluruh Pikiran Kita,
Tahapan Terakhir Yang Paling Mengerikan Akan Berdampak Juga Kejiwa Kita,
Sehingga Kita Akan Terus Melihat Orang Orang Yang Kehilangan Harapan Dalam Hidup.

Coba Kita Berhenti Sejenak Dari Semua Kegaduhan Yang Terjadi Belakangan Ini,
Ambil Waktu Sejenak Untuk Menyendiri,
Mencoba Berdamai Pada Diri Sendiri,
Kemudian Menyatu Dengan Alam Disekitar Kita,
Coba Lihat Dan Rasakan Alam Yang Ada Disekitar,

Lihatlah Cara Kerja Dari Hukum Yang Telah Ditetapkan Tuhan Untuk Menjalankan Seluruh Siklus Kehidupan Di Alam Semesta Ini,
Matahari Masih Tetap Terbit Dari Timur Ke Barat,
Setiap Hari Sejak Kita Bangun Dari Tidur Hingga Kembali Menutup Mata Kita,
Tetap Konsisten Sejak Bumi Ini Ada Hingga Sa'at Ini,
Untuk Memberikan Energy Kehidupan Bagi Seluruh Makhluk Yang Ada Dibumi Ini,
Air Masih Tetap Mengalir Dari Hulu Ke Hilir Untuk Memberikan Kehidupan Bagi Setiap Makhluk Yang Dilaluinya,
Angin Tetap Berhembus Dan Terus Berputar Dari Daratan Kelautan,
Dan Membantu Menciptakan Keseimbangan Bagi Bumi Kita Ini,

Semua Siklus Alam Ini Tetap Berjalan Secara Harmonis Sesuai Dengan Sabdanya,
Sejak Bumi Ini Tercipta Hingga Sa'at Ini.

Rantai Makanan Juga Masih Terus Berjalan Bagi Seluruh Hewan Yang Ada Dibumi Ini Secara Cukup Dan Tidak Berlebihan,
Sehingga Keraja'an Hewan Tetap Bertahan Sejak Dimulainya Bumi Hingga Sa'at Ini,
Yang Sangat Berbeda Dengan Berbagai Jenis Keraja'an Manusia Yang Selalu Jatuh Dan Bangun Sejak Ribuan Tahun Yang Lalu,

Bahkan Burung Burung Diudara Masih Tetap Bisa Mendapatkan Makanan Setiap Hari Untuk Dirinya Maupun Untuk Anak Anaknya,
Tanpa Berkekurangan Apapun.

Sedangkan Kita Manusia,
Yang Katanya Menjadi Makhluk Yang Paling Berakal Dibumi Ini Masih Ada Yang Mati Kelaparan,
Setiap Hari Dikuasai Ketakutan Akan Hari Esok Dan Masa Depan,
Bahkan Tidak Sedikit Juga Yang Mengakhiri Hidup Mereka Karena Menganggap Bahwa Dunia Ini Terlalu Kejam.

Apa Yang Sebenarnya Terjadi ?
Apa Yang Salah Dengan Semua Ini ?
Apa Bumi Ini Tidak Berpihak Kepada Kita ?
Atau Mungkin, Kita Sendiri Yang Tidak Pernah Mau Berjalan Sesuai Dengan KODRAT,
Sebenarnya Jika Kita Mau Sejenak Berdiam Diri,
Mencoba Untuk Melihat Dan Mendengar lebih Dalam Lagi,
Tidak Ada Yang Salah Sama Sekali Dengan Bumi Kita Ini,
Namun Kita Sendirilah Yang Semakin Hari Semakin Menjauh Dari KODRAT Ilahi,
Alam Ini Masih Tetap Menyediakan Semua Yang Dibutuhkan Seluruh Makhluk Yang Ada Dibumi Ini,
Namun Nafsu Dan Keinginan Kita Sendiri Yang Membuat Semuanya Menjadi Sangat Luar Biasa Rumit

Coba Kita Lihat Bagaimana Orang Orang Yang Hidup Di Desa Atau Pegunungan,
Misalnya Suku Suku Yang Ada Di Pedalaman,
Yang Bahkan Belum Tersentuh Oleh Listrik Dan Tekhnologi Seperti Kehidupan Kita Sa'at Ini,
Apakah Ada Perbeda'an Bagi Hidup Mereka Yang Mandiri Dan Selaras Dengan Siklus Alam Ini Selama Beberapa Tahun Terakhir,
Sejak Adanya Pandemi Ataupun Sebelum Pandemi Terjadi ?
Mungkin Mereka Tidak Merasakan Perbeda'an Apapun,
Atau Bahkan Mungkin Sebagian Dari Mereka Tidak Pernah Tahu Bahwa Sa'at Ini Ada Sebuah Pandemi Yang Sedang Menyengsarakan Milyaran Manusia.
Itulah Kehidupan Kita Sa'at Ini,
Yang Mana Sudah Terlalu Bergantung Pada Seluruh System Dan Tekhnologi Yang Ada Didunia Ini,
Baik Keuangan, Pekerja'an, Gaya Hidup,
Bahkan Hingga Lupa Sudut Pandang Kita Mengenai Arti Dari Kehidupan Yang Sukses Sebagai Seorang MANUSIA.

Ketergantungan Akan System Dan Berbagai Doktrin Buatan Manusia Yang Dibuat Untuk Kepentingan Manusia Saja,
Sehingga Ketika Seluruh System Ini Mulai Kacau Karna Siklusnya Terputus,
Begitu Juga Dengan Kehidupan Seluruh Manusia Yang Ada Didalamnya,
Itulah Perbebeda'an Mendasar Dari System Buatan Manusia Dan Tuhan,
Antara FANA Dan ABADI,
Ketika Seluruh Umat Manusia Sudah Terlalu Bergantung Pada Sebuah System Atau TATANAN Yang Diciptakan Oleh Manusia,
Tahukah Apa Yang Akan Terjadi Setelahnya ?
Sungguh Sangat Amat Mengerikan.

Supaya Semakin Lebih Jelas,
Saya Akan Mengambil Sebuah Contoh Skenario Betapa Kita Sa'at Ini Hidup Dalam Sebuah Masa Yang Sangat Sangat Rentan Pada Kehancuran Dunia,
Mungkin Sebagian Besar Dari Kita Merasa Bahwa Pandemi Sa'at Ini Begitu Berat Untuk Dijalani,
Hanya Karena Kita Sudah Terbiasa Hidup Dalam Sebuah System Yang Tiba Tiba Polanya BERANTAKAN,
Namun Itu Masih Belum Seberapa Besar Dengan Apa Yang Mungkin Terjadi Setelah Ini,
Saya Belum Membicarakan Tentang Perang Dunia Ke 3 Maupun Bencana Alam Berkat GLOBAL WARMING Yang Mungkin Akan Saya Bahas Pada Artikel Lain,

Namun Ada Sebuah Siklus Harian Alam Yang Setiap Hari Terjadi Diluar Perhatian Kita,
Yang Akan Memverifikasi Seberapa Manusia Sa'at Ini Terlalu Bergantung Kepada Tekhnologi,
Yaitu SOLAR STORM, Atau Yang Biasa Kita Sebut Sebagai BADAI MATAHARI,
Sebenarnya SOLAR FLARE Yang Keluar Dari Lapisan MATAHARI Ini Selalu Terjadi Secara Priode,
Dan Massal Dari Ledakannya Sangat Bervariasi,
Namun Lebih Sering Terjadi Ledakan Yang Terbilang Wajar Sehingga Effectnya Tidak Sampai Kebumi Kita,
Jika Ledakannya Sangat Massive,
Tentunya Bumi Kita Akan Berakhir Dengan Cepat,
Namun Bukan Itu Yang Saya Khawatirkan Karena Probabilitinya Lebih Kecil,

Sejarah Mencatat Beberapa Ledakan Yang Cukup Besar Sering Terjadi Dan Effectnya Hingga Menyentuh Lapisan Bumi Kita,
Salah Satunya Pernah Terjadi Pada Tahun 1859,
Dimana Sebuah Ledakan SOLAR FLARE Yang Powerfull Pernah Sampai Di Atmosfir Bumi Kita,
Effetnya Sa'at Itu Cukup Besar, Karna Pancaran Ledakannya Mengandung Gelombang ELEKTRO MAGNETIK Yang Merusak System Telegra,
Dan Benda Yang Di Aliri Listrik Diseluruh Dunia Pada Masa Itu,
Meskipun Tentunya Tidak Sampai Melumpuhkan Siklus Dunia,
Karena Kita Tau Pada Tahun 1859 Masih Tidak Banyak Perangkat Yang Menggunakan Listrik,
Dan Jumlah PENDUDUK DUNIA Tidak Lebih Dari 1,6 Milyar Orang Yang MAYORITAS Masih HIDUP MANDIRI Dengan BERTERNAK Dan BERCOCOK TANAM,
Maka Bencana Ini Tidak Terlalu Mereka Rasakan Sebagai DUMBSKY.

Namun Coba Bayangkan Jika Ledakan Yang Sama Besarnya Kembali Terjadi Pada Era Kita Sa'at Ini,
Era Dimana Seluruh Manusia Yang Jumlahnya Sekitar 7 Milyar Penduduk Yang Sangat Sangat Bergantung Pada System Listrik Dan Tekhnologi,
Kemudian Tiba Tiba Semua Listrik Yang Ada Di Bumi Kita Tidak Dapat Beroperasi Lagi Hanya Dalam Hitungan Detik,
Merusak Dan Melelehkan Semua Perangkat Apapun Yang Di Aliri Oleh Listrik Tanpa Adanya Persiapan Apapun,
Bukan Hanya Sekedar Kehilangan Daya Untuk Melakukan Semua Pekerja'an Maupun Hiburan Yang Sa'at Ini Semuanya Membutuhkan Listrik.

Namun Dengan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Bisa Saya Bilang Dalam Tanda Kutip Digenerasi Kita Ini Sangat SANGAT LEMAH Karena Seluruh Ketergantungan Kita,
Saya Rasa Tidak Akan Butuh Waktu Lama Sebelum Terjadi Cases Dan Kelaparan Seluruh Dunia.
Yang Ironisnya Sebagian Besar Dari Kita Sudah Tidak Bisa Lagi Hidup MANDIRI Dengan BERCOCOK TANAM Maupun BERTERNAK Apalagi BERBURU,

Karena Hal Itu Semakin Lama Semakin Terdengar ASING Bagi MANUSIA MODERN Yang Hidupnya Sudah Terlalu Dicontrol Oleh System Dan Tekhnologi,

Kalau Di Era Kita Sa'at Ini Saja Sudah Seperti Itu,
Apalagi ANAK CUCU KITA SEMUA Nanti ?
Tanpa Listrik Automatic Peradaban Kita Kembali Kejaman Batu,
Bisa Jadi Seluruh System Dan Database Digital Dunia Ini Seakan Kembali Di RESET,
Status Semua Orang Tiba Tiba Menjadi Sama Rata.

Namun Yang Paling Mengerikan Adalah MAKANAN,
Sebagian Besar Dari Kita Sudah Terbiasa Dengan Budaya Membeli Berbagai Macam Makanan CEPAT SAJI,
Bahan Makanan Segar Maupun Kemasan Dari Pasar Atau Supermarket,
Berbagai Makanan Segar Tadi Di Distribusikan DENGAN ES Maupun FREEZER Yang Membutuhkan Listrik Supaya Tidak Busuk Selama Pendistribusian,

Dipeternakan Hingga Pabrik Pemotongan Daging Maupun Makanan Kemasan,
Juga Memerlukan Listrik Untuk Memproduksi Massal Pasokan Makanan Dala Jumlah Besar Yang Setiap Hari Di Butuhkan Oleh Milyaran Orang Di Seluruh Dunia,
Dan Tiba Tiba Siklus Itu Berhenti Sekejap Mata,
Bagaimana Cara Kita Memberi Makan Milyaran Manusia Yang Sa'at Ini Sudah Terlalu Nyaman Dengan Gaya Hidup Kita Sekarang,

Sedangkan Untuk Menanam Tumbuhan Ataupun Berternak,
Membutuhkan Waktu Yang Tidak Bisa Instan,
Jika Hal Ini Terjadi, Maka Di Prediksi Hanya Perlu Waktu Beberapa Bulan Saja,
Sampai Akhirnya CASES GLOBAL Terjadi Pada Manusia Diseluruh Dunia,
Penjarahan Dimana Mana,
Yang Kuat Akan Memakan Yang Lebih Lemah LITERALLY,
Dan Tiba Tiba Manusia Yang Sebelumnya Begitu Beradab, Kembali Lagi Pada Hukum Rimba,
Hanya Dalam Waktu Yang Begitu Singkat,
Welcome To The Real Jungle Book.

Dan Ironisnya Semua Ini Terjadi Hanya Karena Sebuah SOLAL FLARE Harian Yang Sangat Kecil Bagi Semesta Ini,
Yang Punya Kapasitas Daya Ledak Sedikit Lebih Besar Dari Biasanya, And Just Like That.

Manusia Masih Mau Sombong ?
Jika Ada Diantara Kita Yang Berkata Hal Ini Mustahil Terjadi,
Begitu Juga Dengan Keada'an Kita Sebelum Pandemi Ini Muncul Di Awal Tahun 2020,
Siapa Yang Memperkirakan Hal Ini Akan Menjadi Begitu Besar Seperti Sekarang,
Kita Hanya Salah Satu Makhluk Yang Hidup Dalam Siklus Alam Semesta Ini Tidak Sepatutnya Kita Merasa Pintar Dan Sombong Sama Sekali,

Karena Kita Hanyalah Butiran Debu Bagi Alam Semesta Ini,
Jika Memang Pada Sa'at Ini Kita Harus Dipaksa Memulai Kembali Kekehidupan Kita Lagi Sebagai THE NEW NORMAL,
Mungkin Ini Adalah Sa'at Yang Tepat Bagi Kita Semua Untuk Sekaligus Menjadi THE NEW HUMAN,
Yang Lebih Sesuai Dan Kembali Ke Ka'idah Yang Telah Di Ta'lan Tuhan.

Sebenarnya Ini Adalah Kesempatan Kita Untuk Berubah Menjadi Manusia Yang Lebih Baik Dari Sebelumnya,
Because Right Now, There's Not Convert Soon All Of Us.

Jadi Apa Artinya Berdamai Dengan Covid-19 ?
Saya Ingat Pernah Menonton Sebuah Film Yang Berjudul "Life Of Fire"
Dimana Seorang Pemuda Harus Berada Di Sebuah Sekoci Dengan Seekor Macan Karena Kapal Induknya Tenggelam Bersama Seluruh Keluarganya, Setelah Disapu Oleh Sebuah Badai Ditengah Samudera, Coba Bayangkan,

Bertahan Hidup Ditengah Luasnya Samudera Sendirian Saja Sudah Sangat Sulit,
Apalagi Harus Hidup Dengan Seekor Macan Yang Kelaparan Didalam Sekoci Yang Sama,
Kondisi Kita Sa'at Ini Pada Dasarnya Mirip Dengan Situasi Dari Pemuda Dalam Film Tersebut.

Mungkin Awalnya Kita Akan Begitu Sulit Menerima Kenyata'an Yang Mengerikan Seperti Itu,
Tapi Jika Memang Kita Sudah Berada Disituasi Itu,
Kita Tetap Harus Bertahan Dan Harus Beradaptasi Bukan ?
Mau Marah Mau Menangis Juga Tidak Akan Pernah Merubah REALITA Yang Sedang Terjadi.

Seiring Dengan Berjalannya Waktu,
Macan Kelaparan Yang Awalnya Di Anggap Sebagai Musuh,
Tanpa Disadari Oleh Pemuda Itu Justru Akhirnya Menjadi Sebuah Cambuk Dan MOTIVASI Bagi Dirinya Untuk Keluar Dari CONVERT SOON Nya,
Dan Berupaya Terus SURVIVE Supaya Tidak Menjadi Makanan Sang MACAN,
Dan Hebit Itu Justru Membuatnya Menjadi Seorang Manusia Yang Jauh Lebih Hebat Dan ADAPTIVE Secara Skill Maupun MENTAL,
Karena Keberada'an Macan Itu Membuatnya Terus Ada Di LUAR ZONA NYAMAN, Sekaligus Terus Memaksanya Untuk Menjadi Sosok Yang Lebih Hebat Setiap Harinya,
Pada Akhirnya Dia Menyadari Bahwa Tanpa Ada Macan Didalam Sebuah Sekocinya,
Dia Sudah Lama Kehilangan Pengharapan Hanya Karena Terapung Sendirian Diluasnya Samudera Selama 227 Hari,

Pemuda Ini Menjadi Yakin Tanpa Adanya Macan Ini Sebagai Sebuah Cambuk Yang MEMOTIVASI Nya Untuk Tetap Tangguh,
Mungkin Dia Sudah Lama Bunuh Diri Dan Keputus Asa'an Karena Sendiri Ditengah Samudera.

Begitu Juga Dengan PANDEMI Yang Mungkin Saja Akan Berada Diantara Kita Selama Puluhan Atau Bahkan Mungkin Ratusan Hari Kedepan, Tapi,

Dengan Adanya PANDEMI Ini Kita Dipaksa Untuk Lebih Memperhatikan Kesehatan Tubuh Kita Demi Meningkatkan Imunitas,
Menjaga Kebersihan, Belajar Banyak Mengenai Pola Hidup Sehat, Kembali Ber Olah Raga,
Dan Bersyukur Atas Kesehatan Yang Kita Miliki Sa'at Ini,

Sebelum Ada Pandemi,
Mungkin Sebagian Besar Dari Kita Tidak Peduli Dan Masa Bodoh Dengan Semua Itu.

Dengan Adanya Pandemi Ini,
Kita Dipaksa Untuk Lebih ADAPTIVE Dalam Berpikir,
Lebih Banyak Mempelajari Skill Skill Baru Supaya Bisa Tetap KOMPETITIF Dan Terus BERKEMBANG Sebagai Mana MANUSIA.
Karena Kita Menyadari Bahwa Hidup Ini Terus Berputar Seperti Sebuah Roda,
Pada Sa'at Kita Berhenti Mengayuh Roda Sepeda Itu,
Maka Kita Akan Kehilangan Momentum Dan Jatuh.

Dengan Adanya Pandemi Ini,
Kita Kembali Disadarkan Mengenai HUMANITY Yang Sering Kita Lupakan,
Untuk Saling Peduli Pada Orang Orang Disekitar Kita,
Bahkan Kita Diberikan Kesempatan Untuk Menjalankan Ibadah Yang Sesuai Dengan Hakikat Kita Sebagai Manusia, Yaitu Berguna Bagi Sesama,
Jika Memang Anda Ambil Kesempatan Ini.

Dengan Adanya Pandemi Ini,
Kita Sama Sama Kembali Diingatkan Betapa FANA Dan RAPUHNYA Peradaban Yang Dibangun Oleh Manusia,
Hanya Karena Sebuah Makhluk Kecil Yang Tidak Terlihat Saja,
Seluruh Bumi Ini Sudah Terguncang,
Sudah Sa'atnya Kita Kembali Kepada Ka'idah Kita Sebagai Manusia Dibumi Ini,
Yaitu Menjadi Khalifah Untuk Memelihara Bumi,
Dan Bukan Hanya Menguasainya Untuk Kepentingan Manusia Semata.

Dengan Adanya Pandemi Ini,
Bahkan Salah Satu Lobang Oson Terbesar Yang Ada Didunia Sa'at Ini Sudah Sepenuhnya Menutup Karena Lockdown Berbulan Bulan Dari Banyak Negara Didunia,

Setidaknya Pandemi Ini Memaksa Kita Untuk Berhenti Sejenak Dari Nafsu Kita Yang Tidak Bisa Dikendalikan Untuk Mengirim Dunia Ini Kepada Kiamat Versi GLOBAL WARMING Yang Seharusnya Terjadi Beberapa Dekade Lalu,
Yang Dibuktikan Dengan Ketidak Seimbangan Iklim Bencana Alam Yang Terus Terjadi Beberapa Tahun Belakangan,

Pandemi Ini Juga Mengajarkan Kita Supaya Tidak Menjadi Budak Uang,
Kita Bisa Lihat Sendiri Kondisi Sa'at Ini,
Semua Kalangan Baik Miskin Maupun Kaya,
Seakan Akan Dikembalikan Pada Hakikat Bahwa Semua Pencapaian Kita Selama Ini Tidak Ada Artinya Sama Sekali Untuk Melawan Virus Ini,

Meski Sekuat Dan Sekaya Apapun Kita,
Namun Justru Dikembalikan Pada Hal Yang Sangat Sangat Mendasar,
Yaitu Bersyukur Atas Hidup Dan Kesehatan Yang Kita Miliki Sa'at Ini,
Hanya Itu Saja.
Selalu Ada Banyak Cara Untuk Tetap Bersyukur Bukan ?

Kita Harus Mengambil Hikmah Dari Semua Peristiwa Ini,
Bahwa Segalanya Itu Mungkin Terjadi Dan Jangan Pernah Merasa SOMBONG,
Dan Kini Sa'atnya Kita Kembali Menghargai Lagi Hakikat Dari Alam Ini,
Yang Mungkin Bisa Dimulai Dengan Hal Hal Sederhana Seperti,
-Mulai BELAJAR LAGI BERCOCOK TANAM DIHALAMAN RUMAH ANDA,

-MENGHARGAI SELURUH BINATANG DAN TUMBUHAN,
TIDAK MENGOTORI EKOSISTEM,

-MENGENAL BAGAIMANA SELURUH SIKLUS ALAM INI BERKERJA,

Supaya Suatu Hari Nanti Kita Juga Bisa Mengajarkan Kepada Anak Cucu Kita Semua Bahwa Seluruh Cipta'an MANUSIA Itu Teramat Sangat FANA Untuk Dijadikan Tempat Berpijak,
Karena Hanya Alam Inilah Satu Satunya Tempat Berlindung Bagi Seluruh Umat Manusia Ketika Semua Yang Dibangun Oleh Manusia Musnah.

Kita Akan Manfa'atkan Pandemi Ini Sebagai Titik Balik Hidup Kita Yang Sebelumnya Begitu DISAMARKAN Oleh Berbagai NAFSU Dan KEINGINAN DUNIA,
Untuk Menjadi THE NEW HUMAN Yang Selaras Dengan Hakikat Sejati Manusia Yang Sesuai Dengan Rancangan Ilahi,

Karena Dalam Dunia Ini Hanya Ada 2 Jenis Kepentingan,
Manusia Dan Tuhan,
Pilihan Anda Menentukan Arti Dari Seluruh Hidup,
Lewatilah Masa Ini Dengan Cara Yang Terhormat Sebagai MANUSIA YANG BARU.

#Mohon Ma'af Bila Ada Terdapat Kesalahan Dalam Penulisan Kata/Huruf 🙏

Lisan : Vian Flash
Pengetik Teks : محمد بوشايري

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah Dengan Bijak